Market Review
Krisis di Eropa menjadi pemicu sell off di awal September ini. Credit default swap (CDS) beberapa negara Eropa seperti Yunani, Itali, Portugal, Spanyol meroket dalam sesi perdagangan kemarin, menandakan ketidak percayaan yang meningkat akan aset-aset negara tersebut. FTSE anjlok hampir 4% dan DAX, bursa saham Jerman merosot hingga di atas 5%, setelah koalisi Kanselir Angela Merkel kehilangan suara pada voting hari Minggu kemarin. Hal ini berpotensi membahayakan dana talangan yang disiapkan untuk Yunani. Hal inilah yang membuat bursa di benua Eropa anjlok. Prospek bursa Asia sangat muram melihat kondisi di Eropa. Profit taking akan terjadi di hari ini. Lagi-lagi kami menyarankan investor untuk tetap melakukan trading jangka pendek karena kondisi pasar yang belum stabil dan masih bearish. Koleksi lah emiten sektor defensive seperti TLKM, JSMR, INDF, KLBF
Ringkasan Berita & Komentar
MEDC berminat melakukan kembali kegiatan operasional di Libya dalam waktu dekat. Di negara ini,
MEDC memiliki proyek pengembangan cadangan minyak di Area 47, Tripoli.
CMNP menargetkan tahun ini bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 780-800 miliar, yang didalamnya sudah termasuk kenaikan tariff tol yang diperkirakan tahun ini akan menyumbang pendapatan sebesar 5%. Sementara pada 2012 nanti, kenaikan tarif tol bisa mendongkrak pendapatan hingga
sekitar 15-17%.
SMDR membeli lima kapal kontainer baru di semester I-2011. Jumlah ini lebih dari rencana awal sejumlah tiga kapal berkapasitas 1.060 TEUS. Total pembelian empat kapal tersebut sebesar US$ 46,2 juta. Tahun ini SMDR menganggarkan capex sebesar Rp 1,5 triliun. Sekitar 30% belanja modal
dipenuhi dari kas internal, sedangkan sisanya berasal dari pinjaman bank.
ITMG akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2011 sebesar Rp 1,3 triliun atau setara Rp 1.1 68 per saham, sekitar 75% dari laba bersih semester I-2011 sebesar US$ 205 juta (Rp 1,7 triliun). Jumlah laba tersebut mengalami kenaikan 53%. Kenaikan tersebut didukung oleh harga jual rata-rata yang naik 28% menjadi US$ 92,2 ton.
TINS menggandeng HNH Global Resources untuk membangun pabrik produk turunan timah dengan kapasitas mencapai 100 ribu ton per tahun. Saat ini kapasitas terpasang baru mencapai 5 ribu ton sehingga perseroan berharap pembangunan pabrik tersebut mampu meningkatkan penjualan dari segmen produk turunan tersebut menjadi 50%.
APLN mengakuisisi 99,9% saham PT Karya Gemilang Perkasa yang menguasai 52,83% saham PT Pluit Propertindo. Pendanaan berasal dari emisi obligasi I 2-11 senilai Rp 1,2 triliun. Komentar Analis: PT Pluit Propertindo merupakan perusahaan terafiliasi Agung Podomoro Group yang mengelola Emporium Pluit Mall. TIngkat hunian di lifestyle mall seluas 61,250 m2 ini sudah mencapai tahap stabil dengan anchor tenant seperti Carrefour, Sogo,and Gramedia. Pada Agustus 2011 bagian basement tempat tenant Carrefour terbakar namun mall telah kembali beroperasi setelah api padam. Diperkirakan akuisisi ini akan menambah recurring income, sekitar Rp 100 miliar per tahun. Target price is Under Review ARNA mencetak laba bersih sebesar Rp 78,9 miliar hingga Juli 2011 atau setara dengan 70% target tahun ini Rp 95 miliar. Pencapaian tersebut ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi pabrik dari 2 juta m2/bulan menjadi 3,2 juta m2/bulan dengan investasi sebesar Rp 60 miliar. Kapasitas tersebut menempatkan perseroan menjadi produsen keramik terbesar kedua di Indonesia dan ke 15 di dunia.
SHID berniat mencari dana senilai Rp 200 miliar untuk merenovasi seluruh bangunan Hotel Sahid di Jakarta. Saat ini hotel Sahid memiliki 670 kamar dengan penjualan kamar mencapai 450 kamar,renovasi tersebut diharapkan meningkatkan jumlah penjualan kamar dan harga sewa rata-rata.
BFIN mengantongi pinjaman dari BTPN sebesar Rp1 triliun untuk menyalurkan pembiayaan yang ditargetkan sampai akhir tahun sebesar Rp6 triliun,meningkat 65% YoY. Pada 1H11 BFIN membukukan laba bersih sebesar Rp201,84 miliar atau naik 14% YoY. Pendapatan naik menjadi Rp571,08 miliar dengan kontribusi terbesar dari segmen pembiayaan konsumen yang naik menjadi Rp398,62 miliar. Telkomsel anak usaha TLKM mencatatkan kenaikan trafik data komunikasi pada saat lebaran hingga 101 terabyte atau meningkat 33% dibandingkan hari normal, terutama peningkatan dari pemanfaatan layanan aplikasi Blackberry dan peningkatan trafik SMS.
Diperkirakan kenaikan tarif jalan tol pada 13 ruas tol akan berlaku pada 28 September 2011. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah selesai memeriksa tiga belas ruas tol tersebut dan terdapat perbaikan yang harus dilakukan untuk Palimanan – Kanci (operator JSMR), Surabaya-Gempol (operator JSMR), dan ruas Tangerang-Merak (PT Marga Mandala Sakti). Jika perbaikan sudah sesuai dengan persyaratan BPJT, tarif ketiga ruas tol tersebut akan bisa disetujui untuk dinaikkan dengan 10 ruas tol lainnya.
Inflasi MoM melonjak jadi 0,93% pada Agustus 2011, lebih tinggi dari inflasi MoM bulan sebelumnya sebesar 0,67%. Dengan demikian, inflasi YoY juga ikut terdongkrak dari 4,61% menjadi 4,79%. Kenaikan ini didorong oleh faktor-faktor seperti momen hari raya, lonjakan harga emas di pasar global, dan puncak aktivitas administrasi pendidikan. Efek momen Lebaran terlihat jelas
saat inflasi kelompok bahan makanan dan transpor masing-masing 1,07% MoM (5,84% YoY) dan 0,8% MoM (2,14% YoY) memberi kontribusi inflasi yang signifikan sebesar 0,24 ppts dan 0,13 ppts. Harga emas di pasar global yang terus naik juga mendorong inflasi kelompok sandang sebesar 3,07% MoM (11,41% YoY), serta memiliki kontribusi substansial sebesar 0,22 ppts terhadap total inflasi. Sementara, puncak aktivitas kalender pendidikan yang terjadi pada bulan ini membuat inflasi kelompok pendidikan sebesar 2,14% MoM (5,06% YoY) ikut menyumbang 0,16 ppts kontribusi inflasi. BPS mencatat komoditas emas, ikan segar, beras, dan tarif angkutan udara dengan kontribusi 0,19 ppts, 0,1 ppts, 0,09 ppts, dan 0,08 ppts menjadi penyumbang utama
inflasi Agustus ini.
Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) umum non migas naik 0,63% pada Agustus 2011. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1,85%. BPS juga mencatat IHPB bahan baku, barang konsumsi, dan barang modal juga naik 0,64%, 0,93%, dan 0,43% pada Agustus ini.
Rekor tertinggi ekspor Indonesia terhenti pada Juli 2011, sementara nilai impor masih terus mencapai rekor tertingginya. Total ekpor pada Juli ini tercatat sebesar US$ 17,43 miliar, sedangkan total impor naik menjadi US$ 16,06 miliar pada bulan ini. Dengan dipicu oleh penurunan pertumbuhan ekspor sebesar 5.23% MoM dan impor yang terus tumbuh 6,57% MoM, surplus perdagangan Indonesia menyusut dari US$ 3,31 miliar pada Juni lalu menjadi US$ 1,36 miliar pada Juli ini. Secara YoY, ekspor dan impor masih mencatat pertumbuhan dua dijit, masing-masing sebesar 39,55% dan 27,22%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar