Jumat, Agustus 26

EQUITY_UPDATE 26 AGUSTUS 2011

Market Review

Bursa saham dunia tampak gugup menantikan pidato Ben Bernanke nanti malam. Pasar sangat berharap bahwa bank sentral Amerika akan kembali mengucurkan uang ke pasar lewat QE3. Tiga indeks pada bursa New York melemah, dengan Dow Jones anjlok 1,5% (170poin), ditutup pada 11149. Angka pengangguran mingguan di US tercatat kembali naik, dan turut memperburuk sentimen pada bursa saham. Sementara di Eropa, kebijakan untuk kembali mengaktifkan short selling di Jerman membuat bursa Eropa melemah.
Pada pagi ini bursa Asia terlihat waspada dan bergerak mixed. Untuk IHSG kami perkirakan investor akan cenderung waspada dan merealisasikan untung menjelang libur panjang pekan depan. Broker asing selama lima hari terakhir konsisten membukukan net sell dengan total Rp 3triliun.
IHSG akan bergerak mix dan cenderung koreksi. Kami menyarankan investor untuk mengurangi portfolio jika sudah untung.

WTI USD 85 Naik USD 0.22
CPO USD 1,080 Turun -USD 10.00
Nickel USD 20,812 Naik USD 24.00
Tin USD 23,271 Naik USD 103.00
Gold USD 1,774 Naik USD 14.83
Coal USD 125 Turun -USD 0.90
TLKM USD 33 Turun -USD 1.26
ISAT USD 31 Turun -USD 0.95


Ringkasan Berita & Komentar

MYOH masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia karena pergerakan saham perseroan yang tidak wajar. Saham MYOH mengalami peningkatan harga dan aktivitas di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya (UnsualMarket Activity)

DILD berencana akan melakukan ekspansi di tahun 2012 untuk membangun 10 hotel Whiz yang akan menelan biaya Rp 500miliar. Lahan untuk pembangunan hotel sudah tersedia dan hotel ini dikelola oleh anak usaha IntiWhiz. Intiwhiz direncanakan akan melantai di bursa saham setelah mempunyai 30 hotel dan ditargetkan akan terlaksana pada 2013.

IMAS membeli 67,4 juta (1,1%) saham MASA di pasar selama 9-19 Agustus 2011 dengan harga pembelian dikisaran Rp 465-550 per saham dengan demikian kepemilikan perseroan meningkat menjadi 10,9%. Aksi korporasi dilakukan dengan tujuan investasi.

TINS membukukan laba bersih sebesar Rp 689 miliar pada semester I-2011 atau melonjak 113,97% YoY. dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang naiknya harga jual logam timah sebesar 69% dari US$ 17.529 per ton menjadi US$ 29.541 per ton meski dilain sisi volume penjualan turun sebesar 11,6% menjadi 17.457 ton karena penurunan produksi.

ARNA sesuai rencana merealisasikan belanja modal sebesar Rp 60 miliar sepanjang semester I-2011 yang digunakan untuk ekspansi peningkatan kapasitas produksi pabrik keramik di Cikande, Banten. Tahun ini perseroan menargetkan penjualan naik sebesar 14% menjadi Rp 950 miliar dan laba
bersih sebesar Rp 95, naik 20%.

WIKA mencatat kenaikan penjualan sebesar 31,5% yaitu Rp3,31 triliun di semester I/2011 dan laba
bersih meningkat tipis menjadi Rp151,51 miliar. Kenaikan penjualan ini didukung oleh perolehan kontrak baru di bidang konstruksi sipil, bangunan gedung, utilitas dan energi. Total kontrak baru yang diperoleh hingga Agustus mencapai Rp7,91 triliun. Selama semester I/2011 perseroan juga sudah memakai belanja modal sebesar 20% dari total Rp522 miliar.

Laporan Keuangan WIKA 2011

Rp Billion 1H11 1H10 %chg

Penjualan 3,313 2,520 31.5%

Laba Kotor 236 255 -7.2%

Laba Operasi 209 182 15.3%

Laba bersih 152 148 2.6%

Marjin Laba kotor 7.1% 10.1% -3.0%

Marjin Laba operasi 6.3% 7.2% -0.9%

Marjin Laba bersih 4.6% 5.9% -1.3%

WIKA bersama Chengda Engineering Corporation of China menggarap proyekEPC PLTU di Kalimantan Selatan dengan kapasitas 2x25 MW senilai Rp 1,3 triliun. Dalam proyek tersebut ChengDa memiliki kepemilikan mayoritas sebesar 73%. Pada bulan Agustus, perseroan meraih dua kontrak baru senilai Rp 1.034 triliun sehingga total kontrak yang didapat hingga saat ini mencapai Rp 7,91 triliun atau 65% dari target sepanjang tahun sebesar Rp 12.3 triliun.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi suspensi perdagangan saham DKFT setelah mengalami kenaikan harga sebesar 378,95% menjadi Rp2.275 di penutupan 24 Agustus 2011 dari Rp475 pada penutupan 9 Agustus 2011. DKFT juga mengalami suspensi pada 22 Agustus 2011 akibat lonjakan sebanyak 209,47%. Sebelumnya DKFT menyampaikan rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan menawarkan 983.736.000 lembar saham dengan harga penawaran Rp1.000 per lembar dan nilai nominal Rp500 per lembar saham. Alasan penerbitan rights issue untuk peningkatan modal dan penyertaan investasi pengelolan smelter (nickel).

UNSP mengantongi pinjaman senilai US$190 juta dari total yang dibutuhkan US$250 juta setelah adanya tambahan dua bank yang bergabung dalam sindikasi bank yang membantu perseroan. Sindikasi perbankan sebelumnya beranggotakan PT Bank International Indonesia, Credit Suisse Group, dan
Raiffeisen Bank International. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai kembali utang, termasuk obligasi denominasi dollar perseroan senilai US$160 juta yang memiliki tingkat kupon 10,75% dan akan jatuh tempo November 2011.

PGAS mencatat penurunan tipis untuk penjualan pada 1H11 sebesar 9,4triliun, turun 1,2% YoY. Sementara laba bersih naik tipis 0,9% YoY, sebesar Rp 3,3triliun. Dari sisi profitabilitas tercatat penurunan tipis juga, untuk marjin laba kotor, menjadi 62,2% dari 63,5% pada 1H10 dan marjin laba bersih naik tipis menjadi 35,6%.

Laporan Keuangan PGAS 2011

Rp Billion 1H11 1H10 %chg

Penjualan 9,406 9,523 -1.2%

Laba Kotor 5,855 6,048 -3.2%

Laba Operasi 4,055 4,566 -11.2%

Laba bersih 3,352 3,321 0.9%

Marjin Laba kotor 62.2% 63.5% -1.3%

Marjin Laba operasi 43.1% 47.9% -4.8%

Marjin Laba bersih 35.6% 34.9% 0.8%

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mulai mewaspadai kepemilikan asing dalam surat utang negara yang telah mencapai lebih dari 30%. Agus menyampaikan, pemerintah akan menyiasatinya bersama Bank Indonesia (BI) mengenai pengelolaan utang.
Pemerintah memperkirakan laju inflasi hingga akhir 2011 sesuai target yaitu 5,65% meskipun ada ancaman El Nino (kekeringan berkepanjangan) pada akhir tahun ini. Bambang PS Brodjonegoro, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, mengatakan cadangan pangan masih cukup untuk
mengurangi dampak penurunan produksi akibat El Nino sehingga tidak akan menimbulkan inflasi akibat kekurangan pasokan.

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus