Selasa, Agustus 23

EQUITY_UPDATE 20110823

Market Review


IHSG hari ini di perkirakan akan rebound mengikuti pergerakan bursa global yg rata2 diperdagangkan menguat. Semalam Dow Jones naik 0,34%(37poin), ditutup pada 10854. Kami menyarankan utk melakukan trading harian dan merealisasikan keuntungan mengingat libur panjang lebaran dan belum stabilnya keadaan ekonomi global.

Rekomendasi :BBRI, BBCA, ASII, INDF, INTP, PGAS, JSMR, SMGR, GGRM

WTI USD 84 Naik USD 1.86
CPO USD 1,085 Naik USD 25.00
Nickel USD 20,808 Turun -USD 357.00
Tin USD 22,768 Naik USD 45.00
Gold USD 1,898 Naik USD 45.50
Coal USD 125 Naik USD 0.53

TLKM USD 34 Turun -USD 0.24
ISAT USD 31 Turun -USD 0.65


Company Focus


JSMR – BUY (TP Rp 4.800)

Dang.maulida@ipc.co.id

Hasil 1H11 JSMR sesuai dengan consensus; pendapatan naik 12,2% YoY menjadi Rp2,36tn, laba operasi naik 12% YoY menjadi Rp1,22tn, dan laba bersih naik 16% YoY menjadi Rp752bn. Kenaikan didukung oleh peningkatan arus lalu lintas 12 % YoY menjadi 2,9juta kendaraan/hari dan aspek biaya yang terkendali. Kinerja 2Q11 menunjukkan pertumbuhan dengan pendapatan naik 4% QoQ menjadi Rp626bn, laba bersih naik 2,6% QoQ menjadi Rp381bn, dan trafik lalulintas tol naik 5% QoQ. JSMR adalah salah satu pilihan investasi saham dengan katalis : 1) pertumbuhan pendapatan yang stabil didukung oleh kenaikan tarif rutin dua tahun sekali dengan besaran merujuk kepada inflasi Indonesia, serta terlihat bahwa trafik lalu lintas jalan tol indifferen terhadap fluktuasi ekonomi; 2) JSMR mengendalikan jalan tol pada kawasan “emas” Jabodetabek yang akan bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia; 3) sejak IPO tahun 2007, JSMR mengendalikan rasio gearing kurang dari 55%; 4) Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi menjadi tingkatan kisaran 7-9% per tahun dan untuk ini diluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), dan kami melihat peranan JSMR dalam upaya ini. Kami mempertahankan rekomendasi BELI dengan target Rp4,800/saham



UNTR - BUY (TP Rp 32.700)

chichentn@ipc.co.id


Penjualan Komatsu meningkat 58,1% YoY didukung oleh tingginya aktivitas pertambambangan batubara seiring dengan bertahannya harga batubara pada level tertinggi. Kami naikan target penjualan Komatsu FY11 dari 5.800 unit menjadi 8.000 unit, atau sesuai dengan target Manajemen. Divisi kontraktor pertambangan membukukan kinerja yang sesuai dengan estimasi FY11 kami, overburden removal (pengerukan tanah) mencapai 441,7 juta bcm (sekitar 61,7% dari target FY11), sedangkan pengambilan batubara (coal extraction) mencapai 47,8 juta ton (sekitar 55,7% dari target FY11 kami). Untuk merefleksikan penyesuaian stripping rasio, kami melakukan sedikit revisi terhadap target OB dan coal extraction di 2011F menjadi masing-masing 750 juta bcm dan 84 juta ton. Akuisisi yang telah dituntaskan dalam beberapa bulan terakhir menunjukan bahwa UNTR serius untuk membesarkan divisi pertambangannya, dengan target menjadi salah satu perusahaan pertambangan besar di Indonesia. Hingga akuisisi terakhir, total cadangan batubara (reserves) UNTR diperkirakan mencapai 200-250 juta ton, dan ditargetkan 500 juta reserves paling lambat 2020. Kami naikkan target harga UNTR dari Rp 26.000 menjadi Rp 32.600 per saham seiring dengan semakin kuatnya fundamental perusahaan. Potensi kenaikan 40% dari harga penutupan kemarin.


BWPT - BUY (TP Rp 1.331)

lianawati.budiono@ipc.co.id

Kami memulai ulasan pertama kami tentang BWPT dengan rekomendasi BELI dengan mendasarkan pada: i) potensi kesinambungan profil tanaman menghasilkan yang berada pada usia prima, yang akan memastikan perolehan yield tandan buah segar (TBS) lebih tinggi diantara kompetitor sejenis; ii) usaha perusahaan untuk menggabungkan inovasi dan mengambil praktik terbaik manajemen perkebunan untuk memaksimalkan keuntungan. Kami menetapkan target harga pada 12.4x PE atau Rp1,331 per saham, dengan potensi upside 12%. BELI.


Ringkasan Berita & Komentar


KBRI bakal menerbitkan rights issue sebanyak 774,877 juta lembar saham biasa seri C tanpa HMETD, atau 9,79% dari total saham yang ditempatkan disetor penuh. Tujuan aksi korporasi ini dilakukan untuk memfasilitasi dilakukannya konversi pinjaman yang diberikan kredit menjadi modal saham untuk menghindari terjadinya gagal bayar.

Bapepam masih mensuspensi perdagangan saham MIRA karena transaksi penjualan PT Apexindo kepada Tuscany Investment Group Ltd. Bapepam masih menunggu penjelasan dari Tuscany Investment mengenai transaksi ini.

META akan melunasi seluruh pinjaman dari Bank Mega dengan fasilitas pinjaman baru dari BCA. Utang yang akan dilunasi tersebut sebesar Rp 750 miliar, yang merupakan utang dari anak perusahaan. Pinjaman baru dari BCA memiliki bunga lebih murah, yaitu 9,75% di tahun pertama. Di tahun selanjutnya perhitungan bunga menggunakan cost of fund BCA ditambah 4,25%. Sementara bunga pinjaman dari Bank Mega sebeasr 13%. Dengan refinancing tersebut, META dapat menghemat biaya bunga sebesar 25 miliar.

GJTL menambah belanja modal tahun ini sekitar US$ 20-25 juta. Selama semester I-2011, GJTL telah menghabiskan capex sebesar US$ 40 juta untuk membiayai ekspansi produksi. Dana caepx akan digunakan untuk memfinalisasi ekspansi produksi yang dijasualkan rampung akhir tahun ini dan awal tahun depan. GJTL mematok kapasitas produksi ban radial sebesar 45.000 unit per hasi di tahun 2011. adapun kapasitas produksi ban motor ditargetkan naik menjadi 105.000 unit per hari di awal 2012. Seluruh capex tahun ini berasal dari kas internal.

DILD akan meluncurkan beberapa proyek pada semester II-2011 dengan target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun. Jumlah ini meningkat 57,14% dari realisasi marketing sales DILD disepanjang tahun lalu yang mencapai Rp 700 miliar. Per akhir Juni 2011, nilai marketing sales DILD telah mencapai Rp 400 miliar. Salah satu proyek baru yang akan diperkenalkan DILD adalah Serenia Hills di kawasan Lebak Bulus.

PGAS memastikan belum akan melakukan renegosiasi harga beli dalam waktu dekat. Perusahaan gas ini masih menunggu instruksi pemerintah terkait renegosiasi harga gas tersebut.

BBKP masih akan mengejar pembiayaan komersil sekitar Rp2 triliun lagi selama semester kedua tahun ini. Penyaluran kredit komersil ini akan merata di empat sektor yaitu energi, transportasi, konstruksi dan industri masing-masing 25%. Porsi kredit komersil dari total keseluruhan penyaluran kredit adalah 30-35%.

Faith Mount Investment Ltd melepas 720,34 juta (6,95%) saham DILD. Selain Faith Mount, pemegang saham lainnya juga melepas saham perseroan dengan total 9,2% saham tercatat pada 16 Agustus 2011.

MASA akan menggandeng investor Jepang untuk membentuk perusahaan patungan tahun ini guna mengembangkan lahan karet seluas 33 ribu hektare yang diakuisisi oleh perseroan di Kalimantan Timur. Perseroan akan menjadi pemilik saham mayoritas dengan 51%.

SSIA telah menjual laha industri seluas 200 hektare senilai US$ 180 juta hingga Agustus 2011. Harga jual pada akhir tahun 2010 mencapai US$ 45/m2 namun kini telah naik menjadi US$ 90/m2. Perseroan saat ini memiliki cadangan lahan seluas 122 ha dan dalam proses untuk membebasakan lahan seluas 300 ha pada kuartal IV-2011.

MBTO akan menambah satu gerai baru di Singapura dengan nilai investasi sebesar Rp 1 miliar, pembangunan ini sejalan dengan rencana perseroan untuk memiliki tiga gerai sehingga lebih efisien dalam pembiayaan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan kenaikan tarif dasar listrik 10% mulai April 2012 akan memicu inflasi sebesar 0,2%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar