Market Review
Walaupun pekan lalu bursa US dan Eropa (khususnya FTSE) mengalami penurunan hingga 4%-5%, bursa Asia turun dalam persentase yang lebih rendah (kecuali STI dan Sensex). Kami memantau walaupun pada bulan Agustus ini broker asing membukukan net sell secara konsisten, namun akumulasi dana asing pada pasar saham Indonesia sejak awal 2011 masih positif.
Indeks 19 Aug 12 Aug Chg
KLSE 1,484 1,484 0.0%
HangSeng 19,400 19,620 -1.1%
JCI 3,843 3,891 -1.2%
Ibov 52,558 53,473 -1.7%
Kospi 1,745 1,793 -2.7%
Nikkei 8,719 8,964 -2.7%
DJI 10,818 11,269 -4.0%
STI 2,734 2,851 -4.1%
Sensex 16,142 16,840 -4.1%
FTSE 5,041 5,320 -5.2%
Di awal pekan ini, investor akan mencerna hasil revisi turun dari estimasi para ekonomist dunia untuk pertumbuhan ekonomi dunia maupun untuk AMerika. Bahkan beberapa pendapat melihat potensi resesi akan melanda dunia. Menjelang akhir pekan, investor akan fokus pada estimasi pertumbuhan GDP US untuk 2Q11 dan pidato Ben Bernanke, yang diharapkan akan memberikan sinyal adanya QE3.
Volatilitas pasar saham masih akan tinggi dan prospek untuk IHSG akan terjadi aksi jual karena menjelang libur Lebaran. Investor tidak akan mengambil risiko karena libur seminggu di Indonesia cukup panjang. Kami menyarankan investor untuk melakukan profit taking ketika pasar naik dan hanya menyimpan saham berfundamental kuat. Saham pilihan kami PGAS, SMGR
WTI USD 82 Turun -USD 0.12
CPO USD 1,060 Turun -USD 2.50
Nickel USD 21,165 Turun -USD 95.00
Tin USD 22,723 Naik USD 51.00
Gold USD 1,852 Naik USD 28.30
Coal USD 124 Turun -USD 0.05
TLKM USD 34 Turun -USD 0.04
ISAT USD 32 Turun -USD 0.93
Ringkasan Berita & Komentar
PT Pertamina menyatakan kesiapan untuk melakukan penawaran umum saham perdana. Perseroan sendiri berencana untuk menginvestasi sebesar Rp 359 triliun untuk investasi di hulu dan hilir hingga 2015. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan obligasi global senilai US$ 1,5 miliar.
JSMR siap menambah panjang jalan tol yang dikelolanya hingga 200 kilometer dalam beberapa tahun kedepan dengan total investasi mencapai Rp 15-20 triliun. Perseroan saat ini mengelola 750 km jalan tol di Indonesia atau lebih dari 70% total panjang jalan tol di Indonesia.
EXCL berencana menambah belanja modal (capex) sebesar US$ 300 juta untuk menggarap pasar layanan data pada semester II-2011 dengan begitu total capex tahun ini naik menjadi US$ 850 juta dari rencana awal US$ 550 juta.
INCO siap menginvestasikan US$ 1,5 miliar dalam lima tahun kedepan yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan nikel dari 72,500 ton per tahun menjadi 120 ribu ton per tahun. Sementara itu perseroan memprediksi produksi tahun ini turun 2,7% menjadi 71 ribu ton karena pembangunan ulang tanur dan gempa bumi di Soroako pada Februari 20111.
SMGR berencana membangun pabrik baru di Papua berkapasitas 600 ribu ton dengan total investasi mencapai US$ 150 juta. Tahun ini perseroan menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik di Tonasa dengan kapasitas 2,5 juta ton dan juga pengoperasian pabrik baru di Padang berkapasitas 2,5 juta ton pada 2012.
Komentar Analis: Sebelumnya perseroan telah menyatakan untuk membangun silo penampungan dan pengemasan di Papua yang ditargetkan selesai pada periode 2012-2015 . Keputusan untuk menunda pembangunan pabrik di Papua disebabkan kecilnya pasar, kendala infrastuktur dan biaya pembangunan yang lebih tinggi, sebagai contoh untuk pembangunan pabrik berkapasitas 1 juta ton nilai investasi di Papua bisa mencapai US$ 250 juta dibandingkan tempat lain sebesar US$ 150 juta. Perubahan rencana untuk membangun pabrik ini berpotensi menyebabkan kelebihan kapasitas, terlebih pabrik semen yang efisien biasanya memiliki kapasitas minimal 1 juta ton. Target price is Under Review
MNCN akan melunasi obligasi sebesar US$ 142,7 juta yang akan jatuh tempo pada 12 September 2011 dengan menggunakan kasi internal dan pinjaman bank. Dengan pelunasan tersebut rasio EBITDA to interest coverage akan naik menjadi 12,2 kali dari sebelumnya 8,1 kali. S&P sebelumnya telah menaikan peringkat guaranteed senior secured notes perseroan dari B+ menjadi BB-.
SAIP akan merestrukturisasi utang sebesar US$ 241,18 juta dengan menerbitkan saham baru. Selain itu perseroan juga berencana untuk meminjam US$ 10 juta untuk modal kerja dan pembelian bahan baku kertas.
ASII membukukan kinerja cemerlang untuk 1H11 dengan membukukan kenaikan penjualan 24% YoY walaupun pada semester lalu produksi terhambat oleh peristiwa tsunami di Jepang. Dari segi profitabilitas, terjadi kenaikan tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kunci dari kenaikan margin ini dimulai dari marjin laba kotor dan berdampak positif ke marjin laba bersih. Kenaikan penghasilan lain-lain pada 1H11 turut menopang kenaikan marjin laba bersih sebesar 0,8%.
ASII (Rp miliar) 1H10 1H11 chg
Penjualan 61,507 76,264 24%
Laba Kotor 12,009 15,152 26%
Laba Operasional 6,669 8,437 27%
Laba bersih 7,627 10,084 32%
Marjin Laba kotor 19.5% 19.9% 0.3%
Marjin laba operasi 10.8% 11.1% 0.2%
Marjin laba bersih 12.4% 13.2% 0.8%
Sumber : Bisnis Indonesia
BDMN akan melakukan rights issue (HMETD) dengan harga rights Rp 4.300/saham dengan rasio 1.000 saham lama mendapat HMETD sebanyak 138, di mana 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham seri B yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan. Tanggal CUM HMETD pada pasar reguler dan negosiasi adalah 7 September 2011 dan pada pasar tunai jatuh pada 12 September 2011. Jumlah dana yang akan dikumpulkan dari HMETD ini sebesar Rp 4.997.827.215.700 dengan jumlah saham baru 1.162.285.399.
SMRA yang sedang membutuhkan dana Rp 600milar untuk ekspansi berencana mencari pendanaan lewat obligasi atau rights issue. Dana ini akan dipakai untuk akuisisi lahan seluas 200 ha di kawasan Serpong, Bekasi dan Bandung.
PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) membukukan rugi bersih sebesar Rp 118,19 miliar pada 1H11, naik 55% YoY, dibandingkan rugi Rp 75,97miliar. Kerugian terjadi karena pendapatan yang menurun sebesar 56,61% YoY, baik untuk ekspor maupun penjualan domestik. Perseroan berpendapat krisis ekonomi global menjadi penyebab turunnya penjualan tersebut.
WOMF meraih laba bersih Rp692 miliar dari Rp85,2 miliar periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan mencapai Rp782,3 miliar berasal dari pembiayaan konsumen Rp357,8 miliar ditambah pendapatan lain-lain. Beban meningkat menjadi Rp777,9 miliar, laba sebelum pajak Rp4,4 miliar maka sehingga laba bersih mencapai Rp692 miliar. Target pembiayaan baru tahun 2011 adalah Rp7,5 triliun- Rp8 triliun.
MPPA telah menghabiskan Rp300 miliar dari total belanja modalnya tahun ini yang mencapai Rp1 triliun. Belanja modal ini digunakan untuk menambah lima retail Hypermart, dari total rencana penambahan jumlah toko baru tahun ini yang mencapai 20 toko. Sumber pendanaan berasal dari kas internal, namun perseroan juga telah mendapatkan standby facilities dari sekitar 6-7 bank lokal. Selain ekspansi masif untuk membuka Hypermart, MPPA juga tertarik untuk mengembangkan bisnis restoran.
PT Semen Dwima Agung, anak usaha SMCB, bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memasok kebutuhan listrik 40 MVA selama 20 tahun.pasokan listrik akan mengalir mulai Desember 2012 melalui jaringan transmisi 150 KV.
BNII mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 26% YoY menjadi Rp59,5 triliun pada 1H11 diikuti penurunan NPL bruto sebesar 2,45% dan NPL netto sebesar 1,22%. Total aset bank meningkat 25% YoY menjadi Rp84,4 triliun dan DPK naik 26% YoY menjadi Rp65,9 triliun, sedangkan LDR stabil pada 90%. Pendapatan bunga bersih bank (NII) meningkat 25%YoY menjadi Rp1.945 miliar, NIM dipertahankan pada 5,43%. Laba bersih bank meningkat 13% menjadi Rp367 miliar dan CAR pada level 13,1%.
BNBR menjalin kerjasama dengan Samsung C&T Corporation untuk pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati A. Kerjasama dengan Jepang dilakukan untuk bisa mendapatkan pinjaman dari Japan Bank of International Cooperation (JBIC). Pinjaman dari JBIC tersebut memiliki tenor hingga 15 tahun. BNBR akan memiliki 51% saham proyek, 10% oleh Samsung, dan sisanya oleh investor asal jepang.
CTRP sudah mengeluarkan capex Rp 550 miliar tahun ini, jumlah tersebut setara 55% anggaran capex tahun ini yang dipatok Rp 1 triliun. Sekitar 90% dialokasikan untuk mega proyek Ciputra World. Sisanya digunakan untuk biaya perbaikan beberapa proyek seperti Hotel dan mall di Jakarta dan Semarang. CTRP mengalokasikan dana internal untuk capex tersebut, disamping pinjaman.
Pemerintah akan menerapkan front loading strategy melalui emisi obligasi global sebagai salah satu sumber pembiayaan APBN 2012. Strategi ini dilakukan karena likuiditas pasar relatif paling tinggi pada awal tahun, sehingga permintaan obligasi negara cukup besar dan harganya berada di level terbaik.
Program Sensus Pajak Nasional akan menjadi andalan bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk mencapai target penerimaan Rp 1.019,3 triliun pada tahun depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar