Selasa, Agustus 16

EQUITY_UPDATE 20110816

Market Review

Selamat Pagi,

Bursa saham dunia mengawali pekan ini dengan positif. Dow Jones menguat 213 poin, naik 1,9%, ditutup pada 11482. Meredanya serbuan berita negatif dijadikan kesempatan untuk menghapus kerugian yang terjadi di pekan lalu. Risiko terjadi penurunan indeks masih memungkinkan karena pergerakan harga saham yang volatile normalnya terjadi pada kondisi pasar yang bearish.

Prospek IHSG untuk bergerak naik masih memungkinkan, namun aksi profit taking pun membayangi karena kita semakin mendekati libur Lebaran. Kami menyarankan untuk realisasi profit dan hanya membeli emiten berfundamental bagus. Saham pilihan kami JSMR, BBNI, BBCA, BMRI

Ringkasan Berita & Komentar

JSMR memperkirakan kenaikan tariff toll untuk ruas ganjil tahun 2011 ada pada kisaran 10 – 15%. Hal ini sejalan dengan pernyataan Badan Pusat Statistik bahwa berdasarkan data inflasi sektor angkutan dalam 2 tahun terakhir, rencana kenaikan tariff jalan tol saat ini dilakukan pemerintah maksimal sebesar 15%. Komentar Analis: Penyesuaian rutin tarif jalan tol setiap dua tahun sekali yang diatur berdasarkan pada pasal 48 UU 38/2004 memberikan iklim investasi kondusif bagi operator dan investor jalan tol sebagai mitra pemerintah dalam pengadaan infrastruktur. Volume lalu lintas jalan tol emiten JSMR, secara historikal, cenderung meningkat: peningkatan tariff akan , ceteris paribus, menjamin kenaikan pendapatan JSMR dalam jangka panjang. Marjin operasi emiten saham JSMR meningkat dari 34% tahun 2005,menjadi 41% pada akhir tahun 2009, dan menjadi 45,4% pada akhir tahun 2010, mencerminkan dampak iklim investasi yang kondusif. Under-Review

ISAT mencetak laba bersih 1H11 dengan pertumbuhan 137,51% YoY menjadi Rp681,9 miliar dibandingkan dengan laba bersih 1H10 pada Rp287,1 miliar. Total pendapatan operasi 1H11 berada pada Rp10,05 triliun, naik 4,1% YoY. Laba usaha 1H11, menurun 16,5% YoY, pada Rp1,34 triliun. Namun dilain pihak keuntungan selisih kurs pada 1H11, +84% YoY, pada Rp677 miliar. Total Beban Lain-lain pada 1H11 juga diimbangi oleh penurunan biaya dana sebesar 15% YoY menjadi Rp921 miliar, sehingga total Beban Lain-lain menjadi Rp330 miliar pada 1H11, vs. Rp1,1 triliun pada 1H10. Total Beban Lain-lain yang turun 70% YoY, mendongkrak pertumbuhan laba bersih menjadi Rp681,9 miliar. Indikator operasi mencatat pertumbuhan pelanggan seluler pada 1H11 sebesar +25,1% YoY menjadi 47,3 juta pelanggan. Pelanggan broad-band 1H11 turun sebesar -32,6% YoY menjadi 506,8 juta pelanggan, sedangkan pelanggan Blackberry 1H11 naik+80%, YoY menjadi 1,2 juta pelanggan. Estimasi konsensus untuk Pendapatan ISAT tahun 2011 adalah Rp21,2 triliun dan Laba Bersih pada Rp1,09 triliun.

WIKA meraih pinjaman Rp 500 miliar dari IKB Industries Bank Germany yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan PLTD Pasanggaran Bali berkapasitas 3x18 MW senilai Rp 550 miliar. Perseroan membidik kontrak baru senilai Rp 6,4 triliun pada semester II-2011 dimana di semester pertama perseroan membukukan kontrak baru Rp 5,8 triliun.

TRUB menargetkan kontrak sebesar US$ 100-150 juta tahun ini dimana hingga semester I-2011 perseroan telah memperoleh kontrak senilai US$ 16 juta dan Rp 25 miliar. Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,57 triliun dimana sepanjang kuartal I-2011 pendapatan tercatat Rp 601,97 miliar, naik 2,8% dibandingkan tahun lalu.

Investor institusi mendominasi pembelian Obligasi I APLN senilai Rp 1,2 triliun sebesar 60%, disusul dana pensiun 18% dan sisanya 15% dari perusahaan investasi. Pengeluaran obligasi tersebut mencatat kelebihan permintaan hingga empat kali.

Penjualan RALS terdongkrak hingga 50% karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri. Secara year on year (yoy) pertumbuhan penjualan RALS menjelang Lebaran sekitar 30%. Sementara secara keseluruhan pertumbuhan di kisaran 12%. Salah satu pendukung pertumbuhan tersebut adalah RALS giat membangun gerai-gerai baru, yang tahun ini setidaknya ada tiga gerai baru

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,4%–6,7%, tidak sampai 7%, karena ekonomi negara-negara tujuan ekspor Indonesia seperti Eropa, Amerika Serikat, dan China mengalami krisis dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Total utang pemerintah mencapai Rp 1.733,64 triliun (26,9% terhadap PDB) hingga Juli 2011. Dalam sebulan utang pemerintah naik Rp 9,5 triliun dibanding Juni 2011 yang sebesar Rp 1.723,9 triliun.

Laporan Keuangan AISA 2011



Sumber: Perseroan, Perhitungan IPS

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus