Market Review
Kondisi ekonomi Amerika dan Eropa yang belum stabil akan memaksa investor untuk bertransaksi jangka pendek. Bursa saham dunia masih volatile dan kami melihat pola pergerakan indeks dalam kisaran yang cukup lebar, karena investor akan cepat melakukan profit taking.
IHSG turun 0,8% WoW, termasuk indeks yang cepat pulih dari penurunan signifikan yang terjadi di awal pekan lalu. Broker asing di sisi lain, secara konsisten membukukan net sell selama minggu lalu. Walau demikian akumulasi terlihat pada emiten ASII, GGRM, INDF, ICBP, ASRI, PGAS, TLKM. Consumer goods dan infrastruktur menjadi pilihan di saat kondisi dunia masih labil. Kondisi ini masih akan terlihat di pekan ini, terlebih lagi menjelang libur panjang Lebaran, investor akan cenderung memilih aman dan tidak mau berlama-lama menaruh uang nya pada saham. Prospek kisaran IHSG berada pada 3800 hingga 3900.
Ringkasan Berita & Komentar
JSMR akan menaikkan tariff sembilan ruas jalan tol pada September 2011 mendatang.
CMNP sedang membidik ruas tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 km yang konsesinya dipegang PT Translingkar Kita Jaya. Ketertarikan ini karena ruas tol Cinere –Jagorawi terkoneksi dengan ruang tol Depok-Antasari yang sedang di garap Perseroan.
Pemerintah berjanji akan mengevaluasi jumlah dan lokasi pasar modern, khususnya minimarket. Para pedagang pasar tradisional mengeluhkan menjamurnya pasar modern ini, karena menurunkan minat masyarakat untuk ke pasar tradisional. Bagaimana tidak, 4.000 pasar yang ada di tahun lalu rata-rata berusia di atas 25 tahun, yang membuat pasar tradisional terlihat kumuh dibanding pasar modern.
ANTM akan mencari dana pada akhir 2011 untuk melancarkan rencana pembangunan pabrik smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Barat. Dana yang dibutuhkan US$1 miliar dan diharapkan pada 2012 sudah dimulai groundbreaking. Untuk proyek ini ANTM bekerja sama dengan Hangzhou Jinjiang Group Co Ltd
PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) akan memulai produksi dua produk baru : 1) polythylene terephthalate (PET) pada akhir September 2011; 2) Posse NTE, bahan kategori premium yang biasa dipakai melapisi jok mobil. Dua produk ini diharapkan dapat menyokong target pertumbuhan penjualan 20% dibanding penjualan 1H11 yang mencapai Rp 148,28miliar.
SCMA mencetak kenaikan pendapatan 26,8% YoY, mencapai Rp 1,12triliun yang ditopang oleh pendapatan iklan. Di sisi lain perseroan berhasil menahan laju kenaikan beban usaha, yang hanya naik 8,46% YoY. Sebagai hasilnya, laba bersih tercatat naik 82% YoY, mencapai Rp 382,6miliar.
AISA mengakuisisi pabrik dan merek makanan ringan Taro Snack dari UNVR dengan nilai akuisisi lebih dari Rp 200 miliar. Akuisisi ini diharapkan menambah pendapatan hingga Rp 500 miliar tahun depan. Selain itu, AISA juga siap membeli penggilingan gabah menjadi beras senilai lebih dari Rp 150 miliar sebagai langkah untuk membidik 6-7% pasar beras nasional dalam lima tahun mendatang. Perseroan berencana membangun 18 pabrik beras selama lima tahun dengan total investasi mencapai US$ 144 juta.
Kementrian BUMN meminta penjelasan ISAT terkait rencana penjualan 4 ribu menara telekomunikasi. TBIG, TOWR dan PT Solusi Tunas Pratama dikabarkan sebagai calon pembeli potensial.
INAF menargetkan kuasi reorganisasi bisa tuntas pada kuartal II-2012 untuk menghapus defisit sebesar Rp 160 miliar. Sementara itu KAEF dikabarkan akan melakukan rights issue untuk memperoleh dana akuisisi INAF.
Laba bersih PTRO sepanjang semester I-2011 turun 5% menjadi US$ 19,18 juta, dibandingkan periode sama tahun meski pendapatan meningkat 18,6% menjadi US$ 112,39 juta. Penurunan laba dipicu naiknya beban langsung dan beban lainnya. INDY yang saat ini memegang 98,55% saham PTRO dikabarkan akan melepas hingga 30% saham perseroan taun ini dan juga menjajaki pemecahan saham dengan rasio 1:10.
SIMP mencatatkan laba bersih sebesar Rp 885 miliar di semester I-2011, naik 113,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 414 miliar. Kenaikan laba bersih di dorong oleh pencapaian penjualan yang meningkat 45,8% menjadi Rp 6,135 triliun. Tahun ini SIMP menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2,2 triliun.
DSSA telah menyepakati penjualan anak usahanya, PT Golden Energy Mines (GEMS) sebesar 30% kepada GMR infrastruktur investment Pte Ltd. Realisasi rencana transaksi tersebut masih akan tergantung pada pemenuhan syarat-syarat dan kndisi yang diatur dalam perjanjian jual beli (CSPA) yang telah ditanda tangani pada 11 Agustus 2011.
Penerbitan obligasi FAST kemungkinan besar mundur dari target jadwal semula September 2011 menjadi Oktober 2011 karena FAST belum mengajukan dokumen rencana penerbitan obligasi ke Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan.
IFAR mencetak laba bersih Rp823 miliar pada semester I/2011 naik 51% karena lonjakan volume penjualan dan harga jual rata-rata minyak makan, produk lemak nabati, dan minyak sawit. Pendapatan IFAR tumbuh 45,8% menjadi Rp6,14 triliun. Sementara itu, SIMP perusahaan afiliasi IFAR, mencetak lonjakan laba bersih 113,76% menjadi Rp885 miliar. Lonjakan laba bersih juga dialami oleh First Resources Limited (FR), yang naik sebesar 88,4% menjadi US$67,3 juta ditopang oleh kenaikan harga CPO dan volume penjualan.
ROTI mengurungkan niatnya untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini dan memilih meminjam dana dari perbankan senilai Rp150 miliar pada kuartal IV 2011 guna membangun dua pabrik baru.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan mempercepat penerbitan obligasi infrastruktur untuk menarik dan menahan capital inflow yang diperkirakan masih akan berlanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar