Jumat, Agustus 12

EQUITY_UPDATE 20110812

Market Review

Selamat Pagi,

Para investor boleh sedikit bernafas lega dengan rebound nya bursa Eropa, US dan pulihnya harga minyak bumi. Semalam bursa US rata-rata naik 4% dengan Dow melonjak 423 poin (hampir 4%) ditutup pada 11143. Turunnya pengangguran US selama seminggu terakhir membuat investor kembali melakukan akumulasi. Di Eropa isu mengenai akan diturunkannya rating bank-bank di Prancis karena mempunyai exposure pada aset Yunani, sedikit mereda dan memicu akumulasi saham.

Prospek bursa Asia untuk bergerak naik cukup positif. Namun kami lihat sentiment yang ada masih cenderung negatif sehingga investor patut waspada akan aksi profit taking. Kami merekomendasikan ASII, GGRM, BBNI, ASRI, JSMR dalam situasi pasar yang volatile.

WTI USD 86 Naik USD 2.83
CPO USD 1,065 Turun -USD 72.50
Nickel USD 21,551 Naik USD 628.00
Tin USD 23,527 Naik USD 857.00
Gold USD 1,764 Turun -USD 28.95
Coal USD 125 Naik USD 0.30

TLKM USD 34 Naik USD 1.23
ISAT USD 32 Naik USD 1.61

Ringkasan Berita & Komentar

EXCL sedang mencari pinjaman bank maksimum Rp1 triliun untuk pembiayaan kembali utang yang jatuh tempo tahun ini. Pinjaman yang dicari bisa lebih besar dari Rp1 triliun jika perseroan nantinya memutuskan juga untuk membiayai kembali (refinancing) utangnya yang jatuh tempo tahun depan. Pada tahun 2011 EXCL akan melakukan pembayaran utang jatuh tempo sebesar total Rp2,5triliun, dimana Rp1,5triliun berasal dari kas internal dan selebihnya akan di-refinancing. Pada saat 30 Juni 2011 jumlah hutang berbunga EXCL adalah Rp9,9triliun, -13% YoY. Komentar Analis: EXCL berhasil menurunkan rasio hutang bersih terhadap modal dari tingkat tertingginya 407% pada tahun 2008, menjadi 145% tahun 2009, 84% tahun 2010. Biaya keuangan yang menurun signifikan juga yang menyebabkan laba bersih EXCL naik 69% tahun 2010, tertinggi disektor, dengan EBITDA marjin 53%. Untuk kinerja tahun 2011, manajemen memberikan arahan, tidak akan setinggi tahun lalu, dengan EBITDA marjin diperkirakan masih diatas kisaran 50%. Untuk tahun 2011 kami memperkirakan EXCL akan membukukan laba bersih sebesar Rp3,2 trilliun (+11%, YoY, dan EBITDA Margin 51,8%) vs. estimasi konsensus sebesar Rp3,5triliun. Pada harga penutupan kemarin Rp5,150, EXCL diperdagangkan pada 13.6XFY11E PER, vs. JCI 15XFY11XPER. Pertumbuhan kinerja saham emiten telekomunikasi, untuk tahun 2011, pada umumnya tidak setinggi dari emiten sektor perbankan atau konsumer. Namun, pada saat ini, emiten sektor telekomunikasi memberikan pilihan saham “lagging” yang bersifat “defensive”. Saat ini kami rekomendasi EXCL dengan target harga Rp6,700.

ENRG menjajaki non-preemptive sebesar 10%, Vallares dan Tony Hayward dikabarkan sebagai pembeli potensial. Harga pelaksanaan berada di kisaran Rp 230-240 per saham. Hingga semester I-2011 perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 865,55 miliar atau naik 59% sementara EBITDA naik 183% menjadi Rp 380 miliar. Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan harga jual minyak dan gas serta peningkatan produksi harian.

Linktone Ltd asal Tiongkok membeli 117,9 juta saham BMTR dengan harga total Rp 94,3 miliar atau Rp 800 per saham dan menargetkan untuk memiliki sekitar 2,2% saham BMTR dengan tambahan dana US$ 6,6 juta.

ANTM membukukan laba bersih Rp 997 miliar atau meningkat 32% dibanding tahun lalu. Peningkatan ditopang oleh kenaikan produksi serta penjualan feronikel, bijih nikel dan emas. Hingga semester I-2011 perseroan menggunakan Rp 1,5 triliun atau 38,5% dari target tahun ini Rp 3,9 triliun. Perseroan juga berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai US$ 350 juta dalam dua tahun kedepan untuk pembangunan pabrik pengolahan feronikel.

FREN menurunkan target jumlah pelanggan tahun ini dari 10 juta menjadi 9 juta karena terkendala pembangunan BTS. Meski demikian perseroan tidak merubah target pendapatan yang mencapai Rp 1 triliun karena di topang oleh pendapatan dari pelanggan data. ARPU saat ini mencapai Rp 70 ribu di kuartal II meningkat dari Rp 14 ribu di kuartal I. Tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 450 juta untuk membangun 4,500 BTS.

DSSA bersama PT Saribumi Dewata Lestari mendirikan perusahaan patungan untuk masuk ke bisnis perindustrian dan perdagangan pupuk. Perusahaan patungan tersebut akan membangun pabrik pupuk slow release dengan total investasi Rp 17 miliar.

JPFA menyiapkan dana Rp 400 miliar untuk membangun breeding farm dan hatchery baru. Perseroan juga menyiapkan dana Rp 250 miliar untuk pembangunan pabrik pakan ternak dan Rp 50 miliar untuk pembangunan RPA.

UNVR telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 2,17 triliun atau sekitar 65% dari capex sepanjang 2010-2012 sekitar Rp 3,6 triliun untuk membiayai ekspansi dan peningkatan kapasitas pabrik. Hingga semester I-2011 perseroan mencetak laba Rp 2,07 triliun, naik 16,9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,77 triliun

Laporan Keuangan ITMG 1H11



Sumber: Perseroan, Perhitungan IPS

Perusahaan Umum Pegadaian (Persero) membukukan kenaikan laba bersih 13,05% menjadi Rp668,462 miliar di semester I/2011 dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didongkrak dari pendapatan usaha yang juga naik 22,43% menjadi Rp3,071 triliun. Pencapaian ini semakin memuluskan niat perseroan untuk melakukan rencana penawaran umum saham perdana (IPO) tahun depan. Saat ini Pegadaian sudah mengantongi status Perseroan Terbatas sebagai syarat melakukan IPO, namun masih menunggu keluarnya surat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

AUTO bekerjasama dengan Akebono Brake Industry Co., Ltd mendirikan perusahaan patungan bernama Akebono Brake Astra Vietnam yang berlokasi di hanoi, Vietnam pada November 2011 mendatang dengan porsi pembagian sahamnya berimbang atau fifty-fifty. Total investasi yang dikeluarkan mencapai US$130 juta dengan target penjualan 1,2 miliar yen serta laba bersih ditargetkan sebesar 200 juta yen di 2015 mendatang.

Anak usaha BMRI, PT Axa Mandiri Financial Services mengantongi laba bersih Rp353,8 miliar di semester I/2011 atau naik 98% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan itu dipicu oleh meningkatnya total premi yang mencapai Rp2,45 triliun atau tumbuh 83% dari tahun 2010. Jumlah dana kelolaan mencapai Rp9,5 triliun atau naik 48%, yang sejumlah Rp5,5 triliun ditempatkan di saham, berikutnya balance fund Rp2 triliun, sisanya di money market, dan fixed income.

BI mencatat dalam 5 hari terjadi penurunan cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 500 juta. Cadangan devisa Indonesia pada 5 Agustus 2011 sempat tembus US$ 123,2 miliar, namun turun pada 10 Agustus 2011 menjadi US$ 122,7 miliar akibat gejolak pasar finansial global

Sampai saat ini, pemerintah mengaku memiliki dana menganggur sekitar Rp 200 triliun yang belum terserap oleh kementerian/lembaga (K/L). Dana tersebut juga merupakan bagian dari kebijakan moneter bank sentral dalam mengendalikan likuiditas dan menjaga stabilitas ekonomi makro.

Pemerintah yakin sektor keuangan Indonesia tetap akan aman dari krisis ekonomi meski saat ini belum memiliki aturan Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).

Pemerintah memastikan Peraturan Menteri Keuangan Tentang tax holiday dan tax allowance akan diterbitkan pada 15 Agustus dan berlaku efektif pada saat ditetapkan. Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian, mengatakan tax holiday tersebut berlaku selama lima tahun sampai enam tahun, tergantung jenis industrinya.

Update dari analyst meeting SMGR:

· Performa perseroan sesuai ekspektasi dengan pendapatan Rp 7,606 triliun, EBITDA Rp 2,528 triliun dan laba bersih Rp 1,873 triliun, atau setara dengan masing-masing 46,07%, 49,42% dan 49,59% dari perkiraaan tahun penuh kami.

· Kenaikan beban pokok penjualan lebih cepat di 17,4% dibandingkan pertumbuhan pendapatan di 14,2% disebabkan oleh bahan bakar batubara, transportasi, pengepakan dan biaya tarif. Namun efisiensi di pengeluaran operasional yang hanya naik sebesar 10,1% membantu kinerja perseroan.

· Jumlah volume penjualan mencapai 9,23 MT dengan total produksi mencapai 10,7 MT. Target sepanjang tahun mencapai 19,5 MT untuk 2011 dan 23 MT untuk 2012, atau kenaikan 17,9%, ini akan ditopang oleh de-bottlenecking di pabrik-pabrik di Tuban, Tonasa, dan Indrarung.

· Secara keseluruhan, proses konstruksi pabrik sesuai jadwal, pabrik Tuban IV akan selesai di Desember 2012 (sedikit lebih cepat dari jadwal semula Maret 2012), pabrik Tonasa V akan selesai kuartal 1 – 2 2012 (sedikit lebih lambat dari jadwal) dan pembangkit listrik di Tuban sesuai jadwal akan selesai Oktober 2012.

· Harga jual rata-rata domestik naik sekitar 2% YoY, dan diharapkan untuk naik lagi sebesar 2% di semester 2 2011.

· Strategi perusahaan: mempertahankan pangsa pasar sebesar 44-45%, dimana ekses produksi akan dijual ke luar negeri. Ekspansi besar selama 2011-2015 dengan dua pabrik baru di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan satu gudang penampungan di Sumatera dan Papua. Total belanja modal mencapai US$ 2,8 milyar akan dibiayai dengan pinjaman bank dan cash internal, sambil tetap menjaga rasio hutang terhadap ekuitas di 60:40 dan hutang terhadap EBITDA lebih kecil dari 2x. Tetap mencari target akuisisi namun prospek untuk akuisisi Baturaja kurang meyakinkan karena pemegang saham Baturaja memilih untuk melepas saham melalui mekanisme alternatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar