Market Review
Selamat Pagi,
Bursa US dan Eropa kembali melemah tajam dipicu oleh kekhawatiran akan penurunan rating untuk bank-bank di Prancis. Sektor perbankan menjadi penyeret turun kedua bursa tersebut. Dow Jones anjlok 519 poin (4,6%) ditutup pada 10.719 dan FTSE merosot 157poin (3%) ditutup pada 5.007. Masih bergolaknya bursa saham membuat para pelaku pasar berkeyakinan bahwa Quantitative Easing tahap 3 akan diluncurkan oleh bank sentral US. Kekhawatiran yang melanda investor terus mendorong naik harga emas, yang telah meroket hingga US$1.800/troy ounce.
Pasar saham pada saat ini masih belum stabil. Perubahan sentimen sangat mudah terjadi sehingga kami menyarankan investor untuk wait and see. Kami masih mempertahankan rekomendasikan emiten berfundamental kuat, termasuk sektor infrastruktur dan consumer goods
Ringkasan Berita & Komentar
Manajemen emiten PGAS menggelar konperensi telepon pada tanggal 9 Agustus menanggapi pernyataan BP Migas yang mengatakan PGAS diharuskan menelaah ulang kembali harga beli gas dari pemasok, karena harga beli dianggap terlalu rendah. Komentar Analis: dalam transkrip pembicaraan yang kami terima kemarin, pada dasarnya PGAS terbuka untuk negosiasi kembali mengenai harga beli gas dari pemasok yang sudah disepakati dalam kontrak. Namun ditegaskan bahwa PGAS tidak akan menyia-nyiakan hak (untuk melaksanakan kontrak jual beli) yang sudah diberikan kepada pihak manapun tanpa kompensasi dan proses yang layak yang seimbang dengan memperhatikan semua pihak yang berkepentingan. Dalam bahasa sederhana, menurut kami, tidak semudah itu merubah elemen yang sudah disepakati secara hukum. Dalam transkrip juga dinyatakan kemungkinan untuk meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen, dengan catatan pasokan yang cukup. Pada saat ini, dikatakan PGAS berada dalam tahapan “Follow Up”, atau menindaklanjuti, untuk mencapai solusi “win-win” bagi semua pihak yang berkepentingan. Pada harga Rp3,325, PGAS diperdagangkan pada 11X PER 2011 vs.JCI 15X PER 20011. Penurunan harga dalam minggu terakhir ini telah menghantar PGAS ke ketitik terendah Rp3.125, sebelum balik arah ke harga penutupan kemarin Rp3,325. Pada saat ini, menurut kami, belum ada faktor dengan tingkat kepastian wajar, yang mengharuskan merubah asumsi pendapatan saat ini. Kami akan menelaah rekomendasi dan estimasi pendapatan PGAS setelah kinerja 1H11 diumumkan. Saat ini kami rekomendasi fundamental kami adalah BELI dengan target harga Rp4,700
CMNP berencana untuk mengakuisisi tiga ruas tol, mendirikan proyek tol inisiasi, dan mengakuisisi satu perusahaan penyedia infrastruktur tambang. Total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 5 triliun. Untuk melakukan ekspansi ini, CMNP akan mendirikan anak usaha baru dengan kepemilikan 95%. CMNP berencana mencari pendanaan dari pihak ketiga untuk menutup kebutuhannya. CMNP sudah mengalokasikan kas internal berkisar Rp 500-700 miliar untuk mengeksekusi rencana ekspansi tahun ini. Selain itu CMNP berencana menerbitkan saham baru (right issue) dengan target perolehan dana sebesar Rp 240 miliar. CMNP juga akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 2-4 triliun.
TBIG telah menuntaskan akuisisi 100% sham PT Mitrayasa Sarana Informasi (Infratel) senilai Rp 200 miliar dimana total modal disetor Infratel sebesar Rp 187,2 miliar. Akuisisi tersebut diharapkan menambah pendapatan perseroan lebih dari 10%.
Temasek Holdings mengkaji pelepasan 22,87% saham TPIA dimana Siam Cement Pcl dan PTT Chemical telah menyatakan niat untuk menjadi calon pembeli. Dilain sisi, perseroan menunda rencana untuk melakukan rights issue dengan melepas 20% saham baru menyusul kondisi pasar yang tidak stabil.
KAEF berencana melakukan rights issue pada akhir tahun ini untuk mengakuisisi saham INAF. Rencana ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk membentuk holding BUMN farmasi dengan menyatukan KAEF, INAF dan PT Biofarma.
KIJA berencana mengakuisisi lagi perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata tahun ini, dimana saat ini perseroan akan menyelesaikan akuisisi PT Banten West Jawa Tourism Development (BWJ) dan PT Tanjung Lesung Leisure Industry (TLLI) dengan investasi mencapai Rp 1,5 triliun. Untuk ekspansi ini perseroan akan menerbitkan saham baru senilai Rp 1,5 triliun dan juga menerbitkan dua surat utang senilai US$ 150 juta.
BLTA berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 12,4 juta pada kuartal I-2011 sejalan dengan meningkatkan utilisasi kapal tanker minyak dan gas akibat pemberlakuan asas caobtage. Selain itu, hutang perseroan pada kuartal I-2011 masih berada di tingkat yang sama dibandingkan 2010, yaitu sekitar US$ 1,76 miliar. Perseroan belum lama ini membatalkan pembelian dua chemical tanker karena naiknya kurs yen.
AUTO menggandeng Akebono Brake Industry Co Ltd untuk membentuk perusahaan patungan pada November 2011 dengan investasi sebesar US$ 130 juta untuk mengembangkan usaha manufaktur di Vietnam. Hingga semester I-2011 pendapatan perseroan naik 17% menjadi Rp 3,56 triliun meski demiikian laba bersih turun 12,9% menjadi Rp 524,94 miliar karena beban pokok penjualan meniingkat sebesar 18,6% menjadi Rp 2,96 triliun.
LCGP merealisasikan belanja modal sebesar Rp 30 miliar pada semester I-2011 atau 50% dari total capex tahun ini Rp 60 miliar yang digunakan untuk pembangunan rumah kelas menengah di Cilegon, Banten dan kompleks pergudangan di Palembang. Perseroan juga tengah mencari mitra strategis untuk proyek superblok di Jakarta Timur seluas 20 ha dan diperkirakan menelan investasi Rp 2,5 triliun.
SPMA mencatat laba bersih sebesar Rp 20,31 miliar, naik 12,96% dari periode yang sama 2010 sebesar Rp 17,98 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar 1,93% menjadi Rp 592,11 miliar. Untuk sepanjang tahun perseroan memproyeksikan penjualan sebesar Rp 1,3 triliun dan alokasi belanja modal sebesar US$ 4 juta, sebesar 45% akan digunakan untuk mendukung kualitas produk kerta dan 40% akan meningkatkan kapasitas produksi terpasang.
BUDI memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$32 juta atau setara dengan Rp273,36 miliar dengan tenor 7 tahun dari PT Bank Mandiri Tbk untuk mendanai operasional proyek pembangkit listrik tenaga bio gas (PLTBG) perseroan. Proyek PLTBG tersebut mampu menekan biaya energi perseroan yang bobotnya sekitar 6% dari total biaya operasional pabrik tepung tapioka karena dapat mengkonversi limbah cair pabrik menjadi listrik. Dengan penambahan utang tersebut total outstanding utang perseroan tercatat Rp500 miliar dan US$32 juta.
BTEL resmi mengakuisisi satu operator telekomunikasi yang mengusung teknologi 4G, namun pengumuman akuisisi tersebut kemungkinan dilakukan pada kuartal III/2011 ketika kondisi pasar kembali normal. BTEL pernah mengatakan bahwa perusahaan yang diakuisisi tersebut bukan pemenang tender pita frekuensi 2,3 GHz. Operator pemenang tender pada tiga tahun lalu a.l. PT First Media Tbk, PT Internux, PT Telkom Tbk, PT Berca Hardayaperkasa, PT Indosat Mega Media, dan PT Jasnita Telekomindo.
VIVA kemungkinan mengulang kembali proses pengumpulan minat guna mendapat harga baru saham perdana saat penawaran perdana ke publik, menyusul kondisi pasar modal yang fluktuatif. Pengumpulan minat ulang tersebut juga untuk mengetahui minat pasar terhadap perseroan (bookbuilding).
CFIN berencana menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar pada pertengahan Oktober tahun ini guna meningkatkan modal kerja perseroan. Perseroan mempercayakan PT Evergreen Capital dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin emisi (underwriter) aksi korporasi tersebut. Emisi obligasi tersebut merupakan penerbitan obligasi ketiga bagi perseroan. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat A+ dengan outlook stabil untuk rencana penerbitan obligasi tersebut.
Akibat pengaruh penurunan peringkat utang Amerika Serikat, akumulasi arus dana asing yang keluar mencapai Rp 3 triliun selama tiga hari terakhir. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) masih percaya diri, karena sejak awal tahun sudah menikmati limpahan dana asing sebesar Rp 22 triliun.
BI menyatakan siap melakukan operasi pasar obligasi negara sesuai dengan situasi dan kondisi pasar.
Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, akan memfokuskan perdagangan di wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur. Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan pelemahan permintaan dari pasar Amerika Serikat dan negara Eropa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar