Sesi yang cukup volatile terjadi pada bursa Asia dan Eropa kemarin. Walaupun anjlok di sesi awal, namun kedua benua ini berhasil rebound menjelang sesi penutupan. Bursa Asia rata-rata masih ditutup melemah, namun bursa Eropa telah menguat. Bursa US sendiri mengalami rebound setelah bank sentral Amerika menegaskan kebijakan suku bunga rendah hingga 2013. Valuasi saham yang sudah murah menjadi pemicu pembelian saham dan Dow Jones melonjak 429 poin (hampir 4%) ditutup pada 11239. Harga emas masih bertengger pada level US$1778/troy ounce dan harga minyak bumi pada US$81/barrel.
Bursa Asia yang kemarin habis-habisan berpotensi menguat tajam di hari ini. Aksi beli akan mewarnai bursa Asia dan kami menyarankan untuk trading buy emiten infrastruktur dan consumer goods. Kedua sektor ini adalah defensive stocks dan potensi naik turun nya cukup moderate di kalau pasar sedang bergolak. Stock pick kami ASII, GGRM, INDF, TLKM, JSMR.
WTI USD 79 Turun -USD 2.01
CPO USD 1,045 Turun -USD 10.00
Nickel USD 21,162 Turun -USD 46.00
Tin USD 22,675 Naik USD 245.00
Gold USD 1,740 Naik USD 20.87
Coal USD 124 Turun -USD 0.90
TLKM USD 34 Naik USD 0.93
ISAT USD 30 Turun -USD 0.36
Ringkasan Berita & Komentar
Kemarin pagi Hankook Tire secara resmi menyatakan rencananya untuk mengakuisisi mayoritas saham Multistrada Sarana (MASA). Hankook Tire dikabarkan sebagai salah satu dari tiga calon pembeli yang mengincar 40% saham MASA. Namun Direktur MASA membantah pemberitaan tersebut.
CSAP berencana melakukan refinancing atas hutang senilai Rp 353,9miliar dengan pinjaman dari BCA. Refinancing ini akan dituntaskan pada akhir tahun 2011.
Komentar analyst : Kami melihat nilai hutang yang akan direfinance mayoritas adalah hutang jangka pendek yang memiliki tingkat bunga 10% hingga 11,5%. Dengan meminjam dari BCA yang bisa mengenakan bunga kredit korporasi 9% per tahun, menurut kami merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan. Terlebih lagi CSAP memiliki target CAPEX di tahun ini sebesar Rp 60miliar, di mana Rp 18 miliar di ambil dari kas internal (Not Rated)
ERTX berencana melunasi hutang kepada Radmet Concept Investment Ltd melalui penerbitan 48,08 juta saham baru tanpa HMETD. Manajemen memperkirakan bahwa perseroan tidak akan mampu melunasi hutang senilai US$ 2,82 juta kepada Radmet sehingga hutang tersebut dikonversi menjadi kepemilikan saham. Konversi akan dilakukan saat harga saham ERTX mencapai Rp 500/lembar, sementara harga ERTX saat ini masih Rp 130/lembar. RUPSLB akan dilaksanakan pada 23 Agustus untuk dimintakan persetujuan pemegang saham.
PT Tripatra, anak usaha INDY mendapat kontrak senilai US$746juta dari Mobil Cepu Ltd. Kontrak ini berupa pengerjaan EPC1 fasilitas proses produksi yang terletak di Banyu Urip, Bojonegoro.
Setelah mengakuisisi tiga perusahaan batubara belum lama ini, UNTR belum ada rencana untuk mengakuisisi kembali perusahaan batubara hingga akhir tahun 2011.
KLBF menargetkan penjualan sebesar Rp 6,5triliun pada 2H11. Pertumbuhan volume dan kenaikan harga 1%-2% akan menjadi faktor pendorong untuk target penjualan tersebut. Pada 1H11, KLBF berhasil mencatat penjualan Rp 4,95triliun.
KLBF akan membangun dua pabrik baru senilai RP 240 miliar pada 2012, di Cikarang, Jawa Barat dan di Vietnam atau Filipina. Sumber pendanaan akan berasal dari kas internal. Pabrik di CIkarang akan memproduksi obat bebar dan diharapkan untuk meningkatkan produksi obat bebas perseroan sebesar 30-50%. Sedangkan pabrik lainnya diharapkan menghasilkan produk pelengkap seperti produk konsumsi dan makanan kesehatan.
ANTM akan menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai US$ 350 juta atau sekitar Rp 3 triliun dalam kurun waktu dua tahun, dimana tahap pertama akan diterbitkan pada kuartal IV-2011 sebesar Rp 1-1,5 triliun. Dana hasil penerbitan obligasi akan dipakai untuk ekuitas perseroan pada pembangunan pabrik pengolahan feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara, dimana nilai total investasi pabrik tersebut mencapai US$ 1,6 miliar dan berkapasitas 27 ribu ton.
DGIK membukukan kontrak Rp 700 miliar sampai akhir Juli 2011 dimana target kontrak tahun ini mencapai Rp 2,2 triliun. Selain itu perseroan juga tengah memidik beberapa proyek pembangkit listrik PLTM berkapasitas 1x6 MW di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 50 miliar yang akan berasal dari kas internal.
ADRO segera menyelesaikan akuisisi tiga hingga empat perusahaan tambang batubara akhir tahun 2011. Untuk program akuisisi ini, ADRO menyediakan kas sebesar US$ 600 juta. Selain itu, ADRO memiliki pinjaman standby facility sekitar US$ 610 juta. Belum lama ini anak usaha ADRO, PT Adaro Indonesia, juga mendapat pinjaman sebesar US$ 750 juta.
Komentar Analis: Adaro merupakan salah satu perusahaan yang tidak pernah mengalami penrunan produksi dalam 10 tahun terakhir. Saat ini ADRO mengandalkan produksi dari tiga konsesi (Tutupan, Wara dan Paringin) dengan target produksi mencapai 47 juta ton di tahun 2011F dan 52.1 juta ton di tahun 2012F. Dengan adanya akuisisi lahan baru akan berdampak sangat bagus bagi kinerja ADRO, yang nantinya juga akan didukung oleh permintaan dan harga jual batubara yang semakin tinggi. Under Review
Perkembangan dan Proyeksi Produksi batubara ADRO
TLKM meluncurkan program nasional Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) di Bandung untuk mempercepat pembangunan di daerah tertinggal di Indonesia, yang merupakan hasil sinergi TLKM dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Kementerian Komunikasi dan Informatika. TLKM merupakan salah satu pemenang tender penyediaan M-PLIK untuk 6 paket pekerjaan dengan nilai tidak kurang dari Rp527,6 miliar dari 20 paket pekerjaan yang ditenderkan.
BWPT dan obligasinya yang pertama di tahun 2010 senilai Rp700 miliar berhasil mendapatkan peringkat single A dari Pefindo dengan prospek stabil yang mengindikasikan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek tersebut dibandingkan obligor lainnya di Indonesia adalah kuat. Walaupun demikian kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan efek utang yang peringkatnya lebih tinggi. Komentar analis: peringkat IdA yang diperoleh BWPT ini sekaligus masih rendahnya rasio hutang atas ekuitas perseroan (1.1x per Desember 2010) akan memudahkan perseroan dalam mencari sumber-sumber pendanaan untuk rencana akselerasi ekspansi ke depan. Perseroan berencana menambah pabrik sebanyak 10-11 hingga 2015 serta melakukan penanaman di keseluruhan sisa lahan yang belum tertanam hingga 2014.
INTA memastikan akan merampungkan akuisisi perusahaan pertambangan batubara tahun ini, perseroan mengkaji penawaran umum terbatas untuk membiayai akuisisi tersebut. Dilain sisi, hingga semester I-2011, perseroan berhasil menjual 755 unit alat berat atau melonjak 125,3% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 335 unit Belum lama ini perseroan juga menerbitkan MTN senilai Rp 205 miliar dengan tingkat bunga 12% yang akan digunakan untuk modal kerja anak perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan.
MBSS akan membeli lima set armada barging yang terdiri atas kapal tongkang dan tunda senilai US$ 17 juta. Penambahan armada tersebut sesuai dengan rencana perseroan untuk menambah 15 armada tahun ini.
TINS akan menggelontorkan investasi sekitar Rp 200-250 miliar untuk pembangunan pabrik tin chemical di pulau Bangka. Perseroan akan menggandeng HNH Global Resources dari Korea Selatan. Pabrik tersebut ditargetkan mampu berproduksi sampai 100 ribu ton per tahun.
Bank Indonesia kemarin mempertahankan BI rate di level 6,75%. Kebijakan ini diyakini akan membawa inflasi ke kisaran sa-sarannya di 5%±1% pada 2011 dan 4,5%±1% pada 2012. Menurut BI, dampak gejolak pasar keuangan global terhadap pasar keuangan domestik relatif terbatas. Setelah tumbuh 6,5% YoY pada 2Q11, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 6,6% pada 3Q11. PDB diproyeksikan juga tumbuh 6,6% selama tahun ini. Mengenai tingkat harga, BI memandang bahwa inflasi Juni lalu (0,67% MoM atau 4,61% YoY) masih relatif normal dibanding pola historisnya. Tekanan inflasi ke depan diduga bersumber dari peningkatan konsumsi terkait aktivitas di bulan puasa dan Lebaran. Meski begitu, kebijakan pemerintah untuk menjaga pasokan bahan pangan, terutama melalui impor, akan membatasi tekanan inflasi tersebut.
Surplus neraca pembayaran Indonesia mencapai US$ 11,9 miliar pada 2Q11, lebih tinggi dari surplus US$ 7,7 miliar pada 1Q11. Neraca transaksi berjalan turun, tapi diimbangi oleh kenaikan surplus transaksi modal dan finansial.
Cadangan devisa pada akhir Juli 2011 tercatat sebesar US$ 122,67 miliar, lebih tinggi dari posisi sebulan sebelumnya yang sebesar US$ 119,65 miliar.
Pemerintah menyiapkan dana mitigasi krisis bernilai total Rp 103,1 triliun. Selain itu, buyback obligasi negara dan manajemen protokol krisis juga disiapkan untuk memproteksi perekonomian domestik dari dampak gejolak pasar finansial global.
Pemerintah berkomitmen memperkecil defisit anggaran hingga mencapai 0% dari PDB dalam beberapa tahun mendatang dengan menggenjot penerimaan pajak dan nonpajak.
Menurut prediksi pemerintah, rasio utang pemerintah terhadap PDB akan mencapai 25% pada akhir 2011, lebih rendah dari angka saat ini, yaitu 26%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar