Selasa, Agustus 9

EQUITY_UPDATE 20110809

Market Review



Selamat pagi,



Panik jual kembali melanda bursa Eropa dan US walaupun bank sentral Eropa ikut intervensi terhadap perdagangan obligasi Itali dan Spanyol. Dow Jones anjlok 5,5% atau 634 poin, penurunan terburuk sejak Desember 2008. Dow tutup pada 10.809, di bawah level psikologis 11.000. Indeks Nasdaq dan S&P merosot hingga 6% menanggapi penurunan rating lebih lanjut dari S&P terhadap Fannie May, Freddie Mac, kredit rumah Federal dan keraguan dari Moody's terhadap program penghematan anggaran US. Harga emas naik dan ditutup di atas US$1.700/troy ounce, menandakan investor keluar dari asset berisiko dan berinvestasi pada aset yang lebih aman. Harga minyak bumi turut merosot, ditutup pada US$81/barel.

Panik jual berpotensi melanda Bursa Asia karena ketiadaan sentimen positif yang kuat. Kami masih menyarankan wait and see pada tahap ini. Emiten berfundamental kuat dan berada pada sektor consumer goods serta infrastruktur merupakan pilihan yang bijak di kala harga turun, seperti ASII, JSMR, TLKM, INDF, ICBP.


Ringkasan Berita & Komentar


Penjualan MDLN untuk 1H11 mengalami kenaikan 400% YoY, mencapai Rp 400 miliar, 75% dari target emiten untuk akhir 2011. Kenaikan penjualan banyak disumbang dari dua cluster di Tangerang yaitu The Golf Residence dan Vienna. Tingkat bunga yang rendah menjadi faktor yang membantu penjualan rumah di Indonesia, termasuk bagi MDLN.

DYNA mendapat persetujuan dari BEI untuk delist dari lantai bursa. Perseroan akan melakukan tender offer dengan harga Rp 4.500,-, 20% lebih tinggi dari harga perdagangan tertinggi di pasar modal dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada 25 Maret 2011.

BNLI menuntaskan akuisisi dan konversi portofolio PT GE Finance Indonesia. Akuisisi ini akan menambah rekening kartu kredit BNLI menjadi 600ribu. Paska akuisisi. PT GE Finance Indonesia tetap beroperasi sebagai perusahaan yang berdiri sendiri.

BNGA meraup laba bersih sebesar Rp 1,55triliun pada 1H11, kenaikan sebanyak 37% YoY. Pertumbuhan kredit emiten untuk periode yang sama mencapai 27% YoY, dengan posisi loan book sebesar Rp 116,61triliun. Sektor korporasi dan komersial menjadi motor kenaikan penyaluran kredit BNGA. Rasio NPL tercatat 2,69% dengan LDR 93,42%.

Komentar analyst : Kinerja BNGA hanya sedikit di atas kinerja industri perbankan di tanah air. Pada bulan Mei yang lalu, industri perbankan membukukan pertumbuhan kredit 23% YoY dengan NPL 2,92%. LDR yang dimiliki BNGA jauh di atas rata-rata industry pada bulan Mei lalu, sebesar 78,45%. Potensi penurunan NIM dapat terjadi karena emiten harus mencari pendanaan untuk menurunkan LDR. Pendanaan yang termudah adalah lewat deposito dan harus dibayar dengan penawaran tingkat bunga yang bersaing.

WINS memperoleh dua kontrak baru dari PT Pertamina Hulu Energy Weat Madura Offshore (OHE WMO). Nilai kontraknya diperkirakan mencapai US$ 11,3 juta. Selain itu, WINS juga memperoleh kontrak tiga tahun dari West Natuna Transportation System (WNTS). Ini adalah konsorsium tiga perusahaan minyak dan gas internasional, yaitu ConocoPhillips, Star Energy, dan Premier Oil. Wins memperkirakan nilai kontrak ini mancapai US$ 12,5 juta. Sampai Juni lalu, WINS sudah mengantongi 24 tender dengan nilai kontrak sebesar US$ 122 juta, melampaui target manajemen yang hanya sebesar US$ 93,6 juta dari 42 kontrak.

TINS mengalokasikan dana Rp1,4 triliun untuk memperkuat pengadaan armada kapal keruk bagi optimalisasi produksi timah. Lebih dari 50% sumber pendanaan akan mengunakan kas internal dan sisanya dari pinjaman. TINS akan menggunakan dana Rp200 miliar untuk memodifikasi kapal bucket line dredge menjadi bucket wheel dredge yang mampu mengeruk cadangan timah sedalam lebih dari 50 m, setelah itu perseroan akan membangun hingga empat unit kapal bucket wheel dredge dengan kebutuhan dana Rp300 miliar per kapal.

PT Cargill Asia Pacific Holding Pte Ltd melalui anak usahanya PT Cargill Foods Indonesia menguasai 97,99% saham SOBI melalui proses penawaran tender terhadap 3 pemangku kepentingan perseroan yaitu Kanwarlal Motilal Chopra yang menjabat sebagai presiden direktur SOBI, dan dua direktur perseroan yaitu Sunit Kumar Dhoka dan Moeljono Tedjo. Cargill akan berupaya mendongkrak pendapatan SOBI hingga tiga kali lipat dalam 5 tahun kedepan.

CSAP mencatatkan pertumbuhan penjualan 31,3% menjadi Rp 2,08 triliun di semester I-2011. Sementara laba bersih mencapai Rp 39,33 miliar, melampaui laba sepanjang 2010 sebesar Rp 33 miliar. CSAP menargetkan pendapatan sebesar Rp 4 triliun sepanjang 2011, dan laba bersih sebesar Rp 50 miliar. Pertumbuhan ditopang oleh dua segmen bisnis perseroan yakni distribusi dan ritel modern. Perseroan juga tengah mencari pinjaman dari BCA dan Bank Ekonomi untuk keperluan ekspansi dan belanja modal.

TBIG memperkirakan akuisisi PT Mitrayasa Sarana Informasi (Infratel) baru selesai akhir tahun ini, atau lebih lambat dari target sebelumnya pada kuartal tiga tahun ini. Hal tersebut disebabkan karena proses uji tuntas dan verifikasi yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Setelah akuisisi terlaksana, TBIG akan mendapatkan tambahan pendapatan sebesar 10%. TBIG saat ini memiliki 5.381 pelanggan dengan jumlah menara mencapai 3.610 menara. Sedangkan Infratel melayani sekitar 672 pelanggan. Selain itu, TBIG juga tengah menjajaki akuisisi 4.000 menara milik Indosat.

Komentar analyst : Kami menilai positif akuisisi yang dilakukan TBIG karena akusisi merupakan alat untuk mengembangkan portfolio secara cepat dan efisien. Mundurnya penyelesaian akuisisi ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja TBIG karena hingga 1H11, emiten telah menambah 240 sites atau telah tercapai 85% dari target akhir tahun. (Under Review)

Anak usaha OKAS, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) sebagai satu-satunya produsen ammonium nitrat di Indonesia sedang membangun pabrik MNK—2 yang akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi empat kali lipat dari 37 ribu ton per tahun menjadi 140 ribu ton. Tahun lalu MNK menjual 177 ribu ton ammonium niitrat. Anak usaha perseroan yang lain, PT Bormindo Nusanatara, meraih kontrak baru dari Chevron senilai US$ 4,98 juta untuk menyediakan jasa pengeboran. OKAS saat ini sedang mencari pinjaman sebesar US$ 20-30 juta untuk membiayai akuisisi perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur.

META akan meminjam dana dari Bank Central Asia untuk refinancing utang anak usaha kepada Bank Mega dan Bank Mega Syariah. Tahun ini perseroan siap menginvestasikan dana US$ 250 juta untuk mengembangkan jalan tol dan masuk bisnis pelabuhan.

UNTR mencatatkan penjualan alat berat sebanyak 5,000 unit hingga Juli 2011, meningkat 56,2% dibandingkan periode sama tahun lalu 3,200 unit. Perseroan menargetkan penjualan tahun ini sebanyak 8,000 unit. Dilain pihak, perseroan telah menyelesaikan akuisisi saham PT Asmin Bara Beronang (ABB) dari 30% menjadi 60%, selain itu perseroan juga mengakuisisi 20% saham PT Bukit Enim Energi dan juga menandatangain perjanjian jual beli bersyarat guna membeli 60% saham Duta Sejahtera.

BKSL telah menerbitkan 2,85 miliar saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Harga per saham ditetapkan pada Rp 117 sehingga total dana mencapai Rp 333,9 miilar. Tiga perusahaan telah membeli saham tersebut dan total memiliki 10% saham perseroan. Perseroan akan mengalokasikan dana Rp 276,81 miliar untuk membeli saham Aaftanesia yang memiliki lahan seluas 95 ha di kawasan Citeurep, Bogor. Perseroan juga tengah mencari mitra strategis untuk mengembangkan kawasan bisnis di kawasan Sentul City.

GZCO menyiapkan dana Rp 72,52 miliar untuk membiayai proyek penanaman lahan seluas 3,626 ha pada semester II tahun ini. Sumber dana berasal dari anggaran belanja modal 2011 sebesar Rp 350 miliar. Di semester pertama perseroan menanami lahan seluas 2,874 sehingga total lahan tertanam mencapai 34,056 ha dari 123,894 ha land bank. Perseroan juga menyiapkan dana Rp 300 miliar untuk mengakuisisi lahan di Kalimantan.

PLIN membukukan laba bersih Rp 100,13 miliar pada semester I-2011, naikl 31% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 76,98 miliar. Kenaikan tersebut ditopang naiknya pendapatan, penjualan aset tetap dan properti investasi. Hingga kini perseroan masih memiliki cadangan lahan seluas 4 ha di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

SIPD akan menerima pinjaman Rp 500 miliar dari BNI dan Bank Mandiri. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk modal kerja dan belanja modal. Hinga semester I-2011 perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 400 miliar untuk perluasan breeding farm di lebak menjadi 200 ha, pembangunan rumah potong ayam di Mojokerto, dan 52 gerai supermartket Belmart.

Pemerintah mengatakan anggaran belanja tahun depan akan membengkak sampai Rp 1.400 triliun. Meski demikian, defisit anggaran diproyeksikan turun dari 2,1% pada APBNP 2011 menjadi 1,5%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar