Selasa, November 3

Update for RI equity market made in IPS - 3 November 2009

Market Review

Dow naik 79pts (0,79%) ditutup pada 9789
Nasdaq naik 4pts (0,2%) ditutup pada 2049
S&P500 naik 7pts (0,65%) ditutup pada 1042

Dow Jones bergerak volatile semalam, di mana pada sesi awal menguat hingga 140pts ketika diumumkand mengenai data ekonomi kegiatan industri manufaktur yang meningkat di bulan Oktober namun saham bank mengalami pelemahan signifikan setelah adanya pidato dari petinggi Federal Reserve yang menyatakan bahwa adanya potensi kerugian dari kredit rumah komersial. Dow Jones akhir nya kembali menguat menjelang tutup karena kondisi harga saham yang sudah turun.

Sementara harga minyak bumi berhasil merangkak ke level US$78/barel karena data ekonomi kegiatan manufakturing yang membaik di bulan Oktober.

Dow Jones yang menguat akan mampu mengangkat bursa Asia pada perdagangan hari ini, menurut kami. Secara teknikal, IHSG bergerak dalam kisaran 2318-2385. Stock pick masih pada saham bank seperti BBRI, BMRI dan BBCA serta PGAS.


Rekomendasi Harian





































































































Rec



Sektor



Kode



Penutupan*



Support



Resistance



BUY



Energy



MEDC



2,700



2,640



2,790





Coal



ADRO



1,580



1,540



1,640







ITMG



22,450



22,030



22,980





Banking



BBRI



7,250



7,080



7,430







BBCA



4,600



4,500



4,690





Telco



TLKM



8,250



8,100



8,380





Mining



TINS



1,920



1,890



1,980





Heavy Eqpmnt



UNTR



14,850



14,650



15,150



SELL



Plantation



AALI



21,450



20,930



22,030





Automotive



ASII



31,050



30,530



31,630





Infrastructure



PGAS



3,625



3,525



3,730






Rekomendasi berdasarkan pada analisis teknikal dan bukan berdasarkan pada analisis fundamental

*02/11/09



News Highlights:

BFIN mencatat kenaikan laba bersih di 3Q09 10% menjadi Rp205 miliar disebabkan cost efficiency dan menjaga kualitas asset dengan menekan pembiayaan. Per 3Q09 pembiayaan BFIN mencapai Rp1,4 triliun atau turun 92,8% dan hingga akhir tahun BFIN menargetkan pembiayaan Rp1,8 triliun. NPL berada di level 1,5% naik tipis dibanding periode yang sama tahun lalu 1,1%.

Komentar:
Laba bersih BFIN mencapai 84% dari estimasi kami Rp243 miliar sementara kenaikan NPL di 3Q09 inline dengan ekspektasi kami atas peningkatan NPL tahun ini. Saat ini BFIN ditransaksikan pada 4.23x PE dan 0.67x PBV FY09F. TP.Rp2000. BUY.

WIKA menjalin kontrak kerjasama dengan PT Indonesia Eximbank untuk ekspansi ke Libya dan Aljazair. WIKA akan menggarap proyek infrastruktur di kedua Negara tersebut pada 2010. Hingga Januari-Oktober 2009, WIKA telah meraih kontrak baru Rp8,2 triliun dengan target kontrak tahun ini Rp17,19 triliun dengan estimasi proyek yang diselesaikan hingga FY09F mencapai Rp7 triliun dan sisanya Rp10 triliun carry over di tahun depan.

Komentar:
Hingga akhir tahun ini, kami mengestimasi WIKA dapat mencapai target penyelesaian kontrak sebesar Rp7.3 triliun namun kami memilih lebih konservatif atas target perolehan outstanding kontrak WIKA sebesar Rp16.8 triliun atas banyaknya hambatan fungsional dan pencairan dana infrastruktur di lapangan masih belum begitu lancer. Saat ini WIKA ditransaksikan pada 11.6x PE dan 1.3x PBV FY09F. TP Rp430. BUY.

TLKM berencana membayar utang dolar senilai US$100 juta yang jatuh tempo tahun depan, melalui pinjaman bank berdenominasi rupiah. Kewajiban perseroan tahun ini nilainya mencapai RP18 triliun, termasuk utang yang dialihkan tahun lalu. TLKM membidik pendanaan eksternal senilai US$735 juta guna memenuhi belanja modal yang diproyekikan senilai US$2,1 miliar. Diperkirakan pencarian dana eksternal mencapai 35% dari belanja modal 2010 dan sisanya akan dipenuhi melalui kas internal.

INDY akan mengalokasikan dana sebesar US$110,4 juta atau 48% dari total obligasi yang diterbitkan sebesar US$230 juta untuk keperluan belanja modal perseroan selama 3 tahun yang akan digunakan untuk meningkatkan utilisasi bisnis di sektor kontraktor pertambangan.

TRAM memfinalisasi pinjaman dari tiga bank senilai US$61 juta guna membeli dua kapal baru dalm rangka memenuhi kebutuhan kapal perseroan. Perseroan meraih kontrak senilai Rp1,48 triliun sehingga membutuhkan kapal pengangkut. Manajemen sedang memfinalisasikan pinjaman bank US$11 juta untuk membeli kapal curah seharga US$16 juta.

Rugi bersih FREN hingga 3Q09 melonjak 59,81% menjadi Rp439, 95 miliar dari sebelumnya Rp275,29 miliar karena penurunan pendapatan akibat kenaikan beban. Rugi bersih per saham dasar juga naik dari Rp13,4 menjadi Rp21,7 per saham. Per 9M09, pendaptan usaha bersih FREN ini anjlok 54,48% dari Rp610,76 miliar menjadi Rp278,64 miliar. Pendapatan jasa telekomunikasi menyusut dari RP679,39 miliar menjadi Rp351,74 miliar dan jasa interkoneksi turun dari Rp81,37 milair menjadi RP56,42 miliar, akibatnya jumalah pendaptan anjlok dait RP760, 77 miliar menjadi Rp408, 16 miliar. Jumlah beban usaha naik dari Rp763,76 miliar menjadi Rp835,83 miliar.

Laba bersih GJTL sepanjang 9M09 melonjak menjadi Rp600,09 miliar dibandingkan 9M08 senilai Rp88,81 miliar. GJTL meraih laba kurs senilai Rp411,86 miliar dibandingkan 9M08 yang merugi Rp8,42 miliar, dan meraih laba usaha senilai Rp758,47 miliar dibandingkan 9M08 senilai Rp471,17 miliar.

WIKA meraih sedikitnya tujuh proyek baru di bidang sipil, infrastruktur, dan gedung dengan nilai kontrak Rp1,05 triliun spanjang Oktober 2009. Total nilai kontrak baru yang dibukukan perseroan hingga akhir September tercatat Rp7,1 triliun.

SMAR menanam investasi untuk pembangunan dua pabrik pengolahan kelapa sawit di Jakarta dan Medan seniali US$150 juta guna ekspansi sektor hilir dan menghasilkan produk bernilai tambah. Kedua pabrik tersebut masing-masing pengolhan makanan dari kelapa sawit yakni di Marunda, Jakarta Utara dengan investasi US$120 juta dna pabrik oelokimia di Medan seniali Rp30 juta.

WIKA telah memperoleh kontrak baru senilai Rp 1,1 triliun hingga Oktober 2009 yang terdiri atas proyek konstruksi induk usaha dan join operation yang tersebar di Indonesia.

WIKA bersiap untuk melebarkan ekspansi usaha konstruksi ke Libya dengan nilai investasi awal sebesar Rp 1 triliun setelah pengerjaan proyek jalan sepanjang 1.200 km di Aljazair.

GJTL membukukan penurunan penjualan pada 9M09 sebesar 3,4% YoY mencapai Rp 5,83 triliun akibat belum sepenuhnya membaik permintaan ban. Sementara itu, laba bersih GJTL pada periode yang sama mengalami lonjakan yang signifikan sebesar 575,7% YoY dari Rp 88 miliar menjadi Rp 600 miliar yang didorong oleh dibukukannya keuntungan kurs mata uang asing senilai Rp 411,8 miliar.

Taisho Pharmateutical Co Ltd, memastikan akan mengubah nama PT Bristol Myers Squibb Indonesia Tbk (SQBI-SQBB) menjadi PT Taisho Pharmateutical Indonesia Tbk usai pelaksanaan penawaran terbuka (tender offer) atas sisa saham public pada harga penawaran Rp 144.790,- per lembar saham.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sepanjang Oktober lalu mencapai 110,0 poin atau lebih rendah dari hasil survey per akhir September lalu pada 110,8 poin. Berbeda dengan IKK, Indeks Keyakinan Ekonomi (IKE) justru meningkat menjadi 96,8 poin pada Oktober 2009, dari 96,6 poin di bulan sebelumnya.

Ekspor Indonesia selama September 2009 hanya mencapai USD 9,83 miliar. Jumlah tersebut turun 6,75% ketimbang ekspor Agustus lalu dan bahkan merosot sebesar 19,92% dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, neraca perdagangan Indonesia masih mencetak surplus sebesar USD 1,27 miliar. Soalnya nilai impor juga merosot sebesar 11,79% menjadi USD 8,56 miliar dari USD 9,71 miliar di bulan sebelumnya.

Ancaman membengkaknya subsidi bahan bakar minyak atau BBM semakin di depan mata. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sepanjang Januari hingga Oktober 2009 sudah mencapai USD 58,62 per barel. Artinya tinggal USD 2,38 saja untuk menembus asumsi rata-rata harga yang dipatok pemerintah dalam APBN-P 2009 sebesar USD 61 per barel.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar